{"id":175525172,"date":"2026-08-28T12:23:59","date_gmt":"2026-08-28T12:23:59","guid":{"rendered":"https:\/\/350.org\/id\/?p=175525172"},"modified":"2026-08-28T12:23:59","modified_gmt":"2026-08-28T12:23:59","slug":"jangan-tambah-produksi-batubara-terapkan-windfall-tax","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/350.org\/id\/jangan-tambah-produksi-batubara-terapkan-windfall-tax\/","title":{"rendered":"Jangan Tambah Produksi Batubara, Terapkan Windfall Tax"},"content":{"rendered":"<p><b>Jakarta, 28 Agustus 2026<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> \u2014 Pemerintah dinilai menunjukkan inkonsistensi mendasar dalam meramu kebijakan fiskal dan transisi energi. Di tengah mendesaknya kebutuhan untuk memperluas ruang fiskal untuk pemulihan bencana dan mitigasi krisis iklim, pemerintah justru memilih menunda penerapan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">windfall profit tax<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (pajak keuntungan tak terduga) bagi perusahaan batubara, sambil mempertimbangkan peningkatan kuota produksi batubara lewat Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB). Pilihan itu justru diambil saat kondisi pasar batu bara memenuhi kriteria <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">windfall profit tax<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u2014bahkan menjadi alasan utama mengapa pajak itu diperlukan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Harga acuan batubara Newcastle tercatat USD 131,25 per ton pada 26 Agustus 2026, naik 18% dibanding periode yang sama tahun lalu (Trading Economics). Laba emiten pun mengikuti pada kuartal I 2026. Namun, negara tidak memungut apa pun dari kelebihan laba itu, karena instrumennya yang tidak kunjung diberlakukan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya menyatakan bahwa pemerintah belum akan mengenakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">windfall tax<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tahun ini. Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut peningkatan produksi batubara sebagai salah satu instrumen penambah pendapatan negara . Padahal, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">windfall tax <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dirancang sebagai salah satu instrumen strategis untuk mengoptimalkan pendapatan negara dari sektor perpajakan secara lebih adil<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kini, alih-alih memajaki, pemerintah justru menggenjot pemasukan dari sektor ekstraktif dengan menambah produksi batubara. Kebijakan yang bertolak belakang ini dikritik oleh peneliti dan organisasi masyarakat sipil. Peneliti CELIOS, Jaya Darmawan, menilai bahwa menggenjot volume produksi batubara adalah langkah keliru yang mengorbankan masa depan lingkungan demi solusi jangka pendek.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Meningkatkan produksi batubara mungkin menambah penerimaan dalam jangka pendek, tetapi tidak menyelesaikan masalah struktural karena memperpanjang ekstraktivisme dan penggunaan energi kotor di Indonesia. Jauh berbeda dengan windfall tax yang fokus menyasar keuntungan berlebih dari industri batu bara, sehingga keadilan dari sisi The Polluter Pays Principle <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">terpenuhi<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">. Negara harus memastikan orang super kaya dan industri raksasa batu bara membayar lebih banyak dan skema pungutan yang saat ini berlaku belum mewadahi itu<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">,&#8221; ujar Jaya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Senada dengan itu, Dwi Wulan Ramadani dari CERAH menegaskan bahwa instrumen tersebut seharusnya tidak lagi diperlakukan sebagai wacana baru. Terlebih, kerangka kebijakan mengenai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">windfall tax<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> telah tercantum secara resmi dalam rancangan Rencana Kinerja Pemerintah (RKP) 2027. Bappenas merancangnya berlaku pada 2027 sebagai salah satu andalan untuk mencapai target rasio pajak 10,5% PDB.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;K<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">etika ruang fiskal terbatas sementara kebutuhan pendanaan krisis iklim terus meningkat, pemerintah membutuhkan sumber penerimaan baru yang tidak membebani rumah tangga. Yang dibutuhkan sekarang bukan lagi alasan penundaan, melainkan keberanian politik untuk menjalankannya<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">,&#8221; kata Dwi Wulan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari perspektif anggaran dan keadilan sosial, Sisilia Nurmala Dewi dari 350 Indonesia menyoroti pentingnya kehadiran APBN yang antisipatif terhadap bencana. Menurutnya, pendanaan pemulihan tidak boleh lagi selalu mengandalkan skema reaktif atau menunggu realokasi setelah bencana terjadi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Keuntungan besar dari batubara itu lahir dari perusakan alam dan penderitaan warga. Tarik kontribusinya secara adil. Gunakan untuk memulihkan masyarakat terdampak dan memperkuat ketahanan iklim. Selama ini, biaya bencana ekologis\u2014dari banjir, kebakaran hutan dan lahan, kekeringan\u2014selalu jatuh ke masyarakat dan APBN. Bukan ke pihak yang paling untung dari krisis,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">&#8221; tegas Sisilia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kritik serupa disampaikan oleh Rendy Dharmawansyah dari Climate Rangers Jakarta. Ia mengingatkan bahwa keputusan ekonomi hari ini akan menentukan beban yang harus dipikul oleh generasi mendatang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Penerimaan negara dari tambahan hasil produksi batubara habis dengan cepat digunakan dalam satu tahun anggaran saja. Namun, negara tidak melihat bahwa lahan hijau yang\u00a0 tersingkirkan oleh lubang bekas aktivitas pertambangan, gambut yang kering, keanekaragaman hayati yang punah, serta emisinya terus membebani generasi selanjutnya dalam jangka waktu yang jauh lebih lama.\u00a0 Negara lebih pintar untuk mewariskan kerusakan lingkungan, risiko bencana iklim yang besar, dan biaya transisi yang mahal, tetapi negara tidak cukup pintar untuk memilih menyimpan energi fosil tetap tersimpan di dalam tanah (keep it in the ground) dan mewariskan pada generasi berikutnya berupa modal kemandirian energi yang sesungguhnya<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u201d ujar Rendy.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pilihan mempertahankan ketergantungan pada batubara ini juga dinilai menampar komitmen transisi energi yang sedang dibangun pemerintah sendiri. Di satu sisi, Presiden Prabowo Subianto baru saja meluncurkan program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp secara nasional dengan target akselerasi tiga tahun. Namun, di sisi lain, keran ekstraksi energi fosil justru kembali dilebarkan. Sehingga kebijakan windfall tax di Indonesia merupakan hal yang seharusnya sudah dimulai agar dapat sejalan dengan rencana transisi energi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Narahubung:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dwi Wulan &#8211; Indonesia CERAH: 0878-3289-2902<br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Jaya Darmawan &#8211; CELIOS: 0812-2304-0651<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Novia Azzahra &#8211; Climate Rangers Jakarta: 0858-6353-6548<br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Suriadi Darmoko &#8211; 350 Indonesia: 085737439019<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta, 28 Agustus 2026 \u2014 Pemerintah dinilai menunjukkan inkonsistensi mendasar dalam meramu kebijakan fiskal dan transisi energi. Di tengah mendesaknya<span class=\"text-cutoff\">&#8230;<\/span><\/p>\n","protected":false},"author":10012208,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-175525172","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v26.9 (Yoast SEO v28.3) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Jangan Tambah Produksi Batubara, Terapkan Windfall Tax - 350 Indonesia<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/350.org\/id\/jangan-tambah-produksi-batubara-terapkan-windfall-tax\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Jangan Tambah Produksi Batubara, Terapkan Windfall Tax\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Jakarta, 28 Agustus 2026 \u2014 Pemerintah dinilai menunjukkan inkonsistensi mendasar dalam meramu kebijakan fiskal dan transisi energi. Di tengah mendesaknya...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/350.org\/id\/jangan-tambah-produksi-batubara-terapkan-windfall-tax\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"350 Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-08-28T12:23:59+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Dian\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Dian\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/350.org\\\/id\\\/jangan-tambah-produksi-batubara-terapkan-windfall-tax\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/350.org\\\/id\\\/jangan-tambah-produksi-batubara-terapkan-windfall-tax\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Dian\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/350.org\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/9fed5fcf20c98c5adfff7b7664c59d0a\"},\"headline\":\"Jangan Tambah Produksi Batubara, Terapkan Windfall Tax\",\"datePublished\":\"2026-08-28T12:23:59+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/350.org\\\/id\\\/jangan-tambah-produksi-batubara-terapkan-windfall-tax\\\/\"},\"wordCount\":700,\"articleSection\":[\"Uncategorized\"],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/350.org\\\/id\\\/jangan-tambah-produksi-batubara-terapkan-windfall-tax\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/350.org\\\/id\\\/jangan-tambah-produksi-batubara-terapkan-windfall-tax\\\/\",\"name\":\"Jangan Tambah Produksi Batubara, Terapkan Windfall Tax - 350 Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/350.org\\\/id\\\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-08-28T12:23:59+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/350.org\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/9fed5fcf20c98c5adfff7b7664c59d0a\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/350.org\\\/id\\\/jangan-tambah-produksi-batubara-terapkan-windfall-tax\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/350.org\\\/id\\\/jangan-tambah-produksi-batubara-terapkan-windfall-tax\\\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/350.org\\\/id\\\/jangan-tambah-produksi-batubara-terapkan-windfall-tax\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/350.org\\\/id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Jangan Tambah Produksi Batubara, Terapkan Windfall Tax\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/350.org\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/350.org\\\/id\\\/\",\"name\":\"350 Indonesia\",\"description\":\"Wujudkan Indonesia Bebas Energi Fosil. Transisi Menuju 100% Energi Bersih Terbarukan\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/350.org\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/350.org\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/9fed5fcf20c98c5adfff7b7664c59d0a\",\"name\":\"Dian\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/350.org\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/17\\\/2024\\\/04\\\/cropped-Dian-Paramita-1-96x96.jpeg\",\"url\":\"https:\\\/\\\/350.org\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/17\\\/2024\\\/04\\\/cropped-Dian-Paramita-1-96x96.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/350.org\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/17\\\/2024\\\/04\\\/cropped-Dian-Paramita-1-96x96.jpeg\",\"caption\":\"Dian\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/350.org\\\/id\\\/author\\\/dian\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Jangan Tambah Produksi Batubara, Terapkan Windfall Tax - 350 Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/350.org\/id\/jangan-tambah-produksi-batubara-terapkan-windfall-tax\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Jangan Tambah Produksi Batubara, Terapkan Windfall Tax","og_description":"Jakarta, 28 Agustus 2026 \u2014 Pemerintah dinilai menunjukkan inkonsistensi mendasar dalam meramu kebijakan fiskal dan transisi energi. Di tengah mendesaknya...","og_url":"https:\/\/350.org\/id\/jangan-tambah-produksi-batubara-terapkan-windfall-tax\/","og_site_name":"350 Indonesia","article_published_time":"2026-08-28T12:23:59+00:00","author":"Dian","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Dian","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/350.org\/id\/jangan-tambah-produksi-batubara-terapkan-windfall-tax\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/350.org\/id\/jangan-tambah-produksi-batubara-terapkan-windfall-tax\/"},"author":{"name":"Dian","@id":"https:\/\/350.org\/id\/#\/schema\/person\/9fed5fcf20c98c5adfff7b7664c59d0a"},"headline":"Jangan Tambah Produksi Batubara, Terapkan Windfall Tax","datePublished":"2026-08-28T12:23:59+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/350.org\/id\/jangan-tambah-produksi-batubara-terapkan-windfall-tax\/"},"wordCount":700,"articleSection":["Uncategorized"],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/350.org\/id\/jangan-tambah-produksi-batubara-terapkan-windfall-tax\/","url":"https:\/\/350.org\/id\/jangan-tambah-produksi-batubara-terapkan-windfall-tax\/","name":"Jangan Tambah Produksi Batubara, Terapkan Windfall Tax - 350 Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/350.org\/id\/#website"},"datePublished":"2026-08-28T12:23:59+00:00","author":{"@id":"https:\/\/350.org\/id\/#\/schema\/person\/9fed5fcf20c98c5adfff7b7664c59d0a"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/350.org\/id\/jangan-tambah-produksi-batubara-terapkan-windfall-tax\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id-ID","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/350.org\/id\/jangan-tambah-produksi-batubara-terapkan-windfall-tax\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/350.org\/id\/jangan-tambah-produksi-batubara-terapkan-windfall-tax\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/350.org\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Jangan Tambah Produksi Batubara, Terapkan Windfall Tax"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/350.org\/id\/#website","url":"https:\/\/350.org\/id\/","name":"350 Indonesia","description":"Wujudkan Indonesia Bebas Energi Fosil. Transisi Menuju 100% Energi Bersih Terbarukan","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/350.org\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/350.org\/id\/#\/schema\/person\/9fed5fcf20c98c5adfff7b7664c59d0a","name":"Dian","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/350.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/17\/2024\/04\/cropped-Dian-Paramita-1-96x96.jpeg","url":"https:\/\/350.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/17\/2024\/04\/cropped-Dian-Paramita-1-96x96.jpeg","contentUrl":"https:\/\/350.org\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/17\/2024\/04\/cropped-Dian-Paramita-1-96x96.jpeg","caption":"Dian"},"url":"https:\/\/350.org\/id\/author\/dian\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/350.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/175525172","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/350.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/350.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/350.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10012208"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/350.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=175525172"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/350.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/175525172\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":175525173,"href":"https:\/\/350.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/175525172\/revisions\/175525173"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/350.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=175525172"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/350.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=175525172"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/350.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=175525172"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}