Out of Pocket - #YangMerusakYangBayar
KENAPA TAGIH PERUSAK ALAM?

MEREKA UNTUNG, KITA BUNTUNG. UBAH SEKARANG!

Setiap warga Indonesia rata-rata menyubsidi industri fosil Rp 22 Juta per tahun melalui kerusakan iklim dan pajak. Saatnya menuntut kedaulatan ekonomi kita kembali.

TAGIH BALIK SEKARANG
$

Biaya Global

$12 Triliun

Total transfer kekayaan ke industri fosil per tahun melalui subsidi dan kerusakan alam.

Rp

Beban Warga

Rp 22 Juta

Estimasi biaya yang ditanggung setiap individu per tahun untuk dampak krisis iklim.

%

Ketidakadilan

8 Sen

Hanya 8 sen dari setiap $1 subsidi yang sampai ke rakyat termiskin. Sisanya? Masuk kantong korporasi.

Rakyat Membayar 3x Lipat

1
💸 Lewat Pajak (Subsidi)

Uang pajak kita dialirkan untuk menyubsidi perusahaan batubara dan migas, bukan untuk transisi energi rakyat.

2
📈 Lewat Tagihan (Inflasi)

Saat harga energi global melonjak, biaya transportasi dan pangan kita ikut naik. Kita menanggung risikonya sendiri.

3
🌊 Lewat Bencana (Iklim)

Ribuan bencana di Indonesia tahun 2025 adalah "biaya" yang dibayar warga dengan harta, benda, dan nyawa.

TAGIH BALIK HAK RAKYAT

Jangan biarkan kekayaan alam kita dikuras hanya untuk menyisakan bencana. Tuntut Pajak Keuntungan Berlipat sekarang!

TANDA TANGANI PETISI

#YangMerusakYangBayar #PajakDurianRuntuh #KedaulatanIklim

Dukung

Petisi Yang Merusak Yang Bayar

Tagih Balik Kerugian Bencana, Untuk Pulihkan Indonesia!

Kami menuntut Pemerintah Indonesia untuk segera memberlakukan Windfall Tax (Pajak Keuntungan Berlipat) bagi perusahaan energi fosil.

Kepada Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa


Tagih Balik Kerugian Bencana, Untuk Pulihkan Indonesia!

Kami menuntut Pemerintah Indonesia untuk segera memberlakukan Windfall Tax (Pajak Keuntungan Berlipat) bagi perusahaan energi fosil.

Tuntutan ini adalah upaya kita untuk Menegakkan Kedaulatan dan Keadilan Fiskal:
  • Melindungi Keuangan Negara: Di tengah ruang fiskal yang sempit, Windfall Tax akan menyehatkan APBN tanpa harus membebani rakyat kecil lagi.
  • Mewujudkan Janji Konstitusi: Dana dari pajak ini harus dikembalikan untuk "sebesar-besar kemakmuran rakyat" melalui program transisi energi seperti PLTS atap dan subsidi listrik mikro, atau subsidi transportasi publik dan logistik yang akan meringankan beban dapur warga.
  • Menjaga Kehormatan Bangsa: Sebagai negara khatulistiwa dengan potensi surya terbesar, Indonesia harus memimpin dengan gagah melalui kebijakan fiskal yang berani, bukan sekadar menjadi penonton krisis.
Pajak ini bukan hukuman, melainkan koreksi atas ketidakadilan yang selama ini dibiarkan. Mari kita tagih balik hak kita.

Demi negara yang lebih sehat, demi rakyat yang lebih berdaulat.

Kepada Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa

Hi !

We have your info saved from last time, just click the button below to continue.

Not ? Keluar
Jutaan orang melakukan aksi-aksi-aksi yang sederhana dan cepat untuk keadilan iklim – jadilah salah satu darinya. Dapatkah kami mengirimimu email tentang kampanye, cerita, dan aksi-aksi penting?

Dengan melakukan tindakan ini, kamu menyetujui ketentuan layanan dan kebijakan privasi kami. Kamu dapat berhenti berlangganan kapan saja.

Kedaulatan Bukan Untuk Dijual

"Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat."
— Pasal 33 ayat (3) UUD 1945

Menjaga Kehormatan Bangsa

Nasionalisme berarti melindungi rakyat dari eksploitasi. Membiarkan perusak iklim meraup untung sementara rakyat menderita bencana adalah pengkhianatan terhadap kedaulatan bangsa.

Keadilan Bagi Pembayar Pajak

Patriotisme bukan hanya soal angkat senjata, tapi ketaatan pajak. Tidak adil jika rakyat kecil patuh pajak sementara perusahaan besar menikmati "Durian Runtuh" tanpa kontribusi ekstra untuk pemulihan negara.

Mandat Konstitusi

Windfall Tax adalah instrumen sah negara untuk mengambil kembali kelebihan laba yang seharusnya menjadi modal kemakmuran bersama, bukan hanya segelintir elite energi.

Kemandirian Energi

Dengan menagih perusak iklim, kita mendanai masa depan Indonesia yang mandiri dengan energi bersih (PLTS Atap), melepaskan ketergantungan dari fluktuasi harga energi global.

© 2026 350 Indonesia - Kampanye Keadilan Iklim.
Berdasarkan Laporan Global "Out of Pocket" 350.org.
Facebook