UNESCO:

Lindungi budaya, bukan batu bara!

 

 

Tambahkan namamu

UNESCO: Lindungi budaya, bukan batu bara!

Di Australia, Bangladesh, Kenya, Turki, dan banyak tempat lainnya, industri batu bara dan perubahan iklim membawa ancaman nyata pada beberapa situs budaya dan cagar alam di dunia.

Namun UNESCO, badan internasional yang bertugas melindungi situs-situs ini, hanya berpangku tangan.

Kami menyerukan Komite Warisan Dunia UNESCO untuk menuntut pemerintah di seluruh dunia bergabung dengan Kesepakatan Paris dan menghentikan pembangunan industri batu bara dan energi fosil yang mendorong perubahan iklim dan menghancurkan situs-situs Warisan Dunia.

Lihat laman petisi lokal untuk:

Seruan pada UNESCO:

Kamu dapat mengubah pesan ini sesuai dengan keinginan kamu.

Hi !

We have your info saved from last time, just click the button below to continue.

Not ? Keluar

Dengan melakukan tindakan ini, kamu menyetujui ketentuan layanan dan kebijakan privasi kami. Kamu dapat berhenti berlangganan kapan saja.

Dengan melakukan tindakan ini, kamu menyetujui ketentuan layanan dan kebijakan privasi kami. Kamu dapat berhenti berlangganan kapan saja.

Melindungi situs-situs warisan budaya di seluruh dunia:

Di Australia, Bangladesh, Kenya. Turki, dan banyak tempat lainnya, batu bara dan perubahan iklim membawa ancaman nyata pada beberapa situs budaya dan cagar alam di dunia.

Namun UNESCO, badan internasional yang bertugas melindungi situs-situs ini, hanya berpangku tangan.

Kami menyerukan Komite Warisan Dunia UNESCO untuk menuntut pemerintah di seluruh dunia bergabung dengan Kesepakatan Paris dan menghentikan pembangunan industri batu bara dan energi fosil yang mendorong perubahan iklim dan menghancurkan situs-situs Warisan Dunia.

Turki

Screen Shot 2017-06-02 at 09.00.20

Banyak situs warisan dunia kita kini terancam oleh pembangunan industri batu bara di Turki. Beberapa di antaranya adalah Kuil Hecate di Lagina (Yatağan), kota pelabuhan kuno Kume, benteng Buzantine dari Pegae dan Ilgın – cagar alam Çavuşlugöl. Akan banyak lagi yang terancam jika Turki melanjutkan rencanya untuk membangun lebih banyak pembangkit listrik berbahan bakar batu bara.

Australia

rt5298xf-1461820875

Hampir 50% dari terumbu karang The Great Barrier Reef mungkin sudah mati akibat pemanasan laut, dan hal ini mendorong UNESCO untuk mengeluarkan laporan mengejutkan mengenai karang itu. Laporan itu lalu ditarik setelah ada keberatan dari pemerintah Australia — sebuah pertanda nyata kalau kecanduan pemerintah akan batu bara lebih didengar ketimbang hasil mufakat para ilmuwan.

Bangladesh

Rampal

Pemerintah Banglades tengah membangun pembangkit batu bara dengan daya 1.320 Megawatt di hutan Sundarbans — sebuah situs warisan UNESCO serta rumah bagi harimau Bengal dan lumba-lumba sungai Gangga yang terancam punah.

Kenya

1483559

Pemerintah Kenya mengajukan pembangunan pembangkit listrik batu bara senilai dua miliar dolar di propinsi Lamu, beserta sebuah pelabuhan dan koridor transportasinya (menghubungkan Etiopia, Uganda, Kenya, dan Sudan Selatan).

Kepulauan Lamu adalah situs warisan dunia UNESCO yang kaya akan keragaman alam maupun budaya. Wilayah Lamu diberkahi dengan keragaman hayati di daratan utamanya dan merupakan habitat bagi beberapa ekologi laut paling beragam di Afrika Timur, yang setiap tahunnya menarik ribuan turis.

TERKINI

Our house is on fire but its business as usual at the HSBC AGM

School strikers George and Noga join forces with Bangladeshi anti-coal campaigner Rumana to share why they’re taking action together today against HSBC’s continued financing of coal. They’re outside the banks’ annual meeting today in Birmingham, UK.

2038 is too late!

Last Saturday, Germany’s coal commission announced its recommendations for a coal phase-out to be completed by 2038. From a climate justice perspective the outcome leaves a lot to be desired.

FacebookTwitter