Januari 8, 2020

Banjir Jakarta, Memulai Dekade Krisis Iklim

Jakarta, Indonesia – Dekade krisis iklim telah dimulai, ditandai dengan banjir bandang di Jakarta dan sejumlah lokasi di Indonesia yang mewarnai pergantian tahun 2020.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) banjir ini disebabkan oleh curah hujan harian tertinggi sejak 1996, dan merupakan curah hujan tahunan tertinggi sejak 1856. Sekitar 60 orang menjadi korban dan ratusan ribu jiwa lainnya mengungsi. Banjir bandang ini juga mengakibatkan kerugian ekonomi parah terutama bagi masyarakat yang terdampak pada sektor pertanian.

“Kami turut berduka bersama keluarga korban. Bukan hanya korban banjir yang barusan terjadi, namun juga petani yang mengalami gagal panen tahun ini akibat musim kemarau yang lebih panjang dari biasanya. Dalam situasi ini, seringkali masyarakat miskin dan terpinggirkan yang menjadi korban paling parah.” ujar Sisilia Nurmala Dewi, Koordinator Tim 350.org Indonesia

“Selayaknya, hal ini menjadi pengingat akan pentingnya upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim yang perlu menjadi agenda penting pembangunan Indonesia. Masyarakat dapat menjadi bagian dengan mendorong kebijakan dan tata kelola pemerintahan yang sadar resiko iklim dan secara aktif bertindak melakukan pencegahan krisis iklim. Disinsentif pada industri batubara yang berkontribusi signifikan pada krisis iklim harus diberlakukan sementara insentif ekonomi untuk energi terbarukan perlu digenjot. Ini adalah bentuk pembangunan yang melindungi rakyat dari bencana lingkungan.”

Jumlah korban terdampak akan terus meningkat, terkait dengan prakiraan cuaca ekstrem berupa hujan deras yang masih akan terus terjadi. Petir dan angin badai juga menambah parah hingga pertengahan Januari. Intensitas kondisi cuaca ekstrem ini akan terus terjadi, seiring dengan kenaikan suhu global.

-SELESAI-

Tentang 350.org

Kami adalah gerakan global yang dibangun dari masyarakat akar rumput yang berjuang untuk mengakhiri era energi fosil dan membangun masa depan energi terbarukan berbasis komunitas.

Info lebih lanjut: www.350.org/id

Informasi Lebih Lanjut
Sisilia Nurmala Dewi
[email protected]

FacebookTwitter