Setiap warga Indonesia rata-rata menyubsidi industri fosil Rp 22 Juta per tahun melalui kerusakan iklim dan pajak. Saatnya menuntut kedaulatan ekonomi kita kembali.
TAGIH BALIK SEKARANGTotal transfer kekayaan ke industri fosil per tahun melalui subsidi dan kerusakan alam.
Estimasi biaya yang ditanggung setiap individu per tahun untuk dampak krisis iklim.
Hanya 8 sen dari setiap $1 subsidi yang sampai ke rakyat termiskin. Sisanya? Masuk kantong korporasi.
Uang pajak kita dialirkan untuk menyubsidi perusahaan batubara dan migas, bukan untuk transisi energi rakyat.
Saat harga energi global melonjak, biaya transportasi dan pangan kita ikut naik. Kita menanggung risikonya sendiri.
Ribuan bencana di Indonesia tahun 2025 adalah "biaya" yang dibayar warga dengan harta, benda, dan nyawa.
Jangan biarkan kekayaan alam kita dikuras hanya untuk menyisakan bencana. Tuntut Pajak Keuntungan Berlipat sekarang!
TANDA TANGANI PETISI#YangMerusakYangBayar #PajakDurianRuntuh #KedaulatanIklim
Kami menuntut Pemerintah Indonesia untuk segera memberlakukan Windfall Tax (Pajak Keuntungan Berlipat) bagi perusahaan energi fosil.
Kepada Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa
Nasionalisme berarti melindungi rakyat dari eksploitasi. Membiarkan perusak iklim meraup untung sementara rakyat menderita bencana adalah pengkhianatan terhadap kedaulatan bangsa.
Patriotisme bukan hanya soal angkat senjata, tapi ketaatan pajak. Tidak adil jika rakyat kecil patuh pajak sementara perusahaan besar menikmati "Durian Runtuh" tanpa kontribusi ekstra untuk pemulihan negara.
Windfall Tax adalah instrumen sah negara untuk mengambil kembali kelebihan laba yang seharusnya menjadi modal kemakmuran bersama, bukan hanya segelintir elite energi.
Dengan menagih perusak iklim, kita mendanai masa depan Indonesia yang mandiri dengan energi bersih (PLTS Atap), melepaskan ketergantungan dari fluktuasi harga energi global.